Seputar Kabupaten Magetan

Sosialisasi Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Operasional Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Berita Bag-adbang - Wed, 04/15/2015 - 15:20

Bertempat di Ruang Rapat Ki Mageti Pemkab Magetan, pada tanggal 2 April 2015 telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2014entang Petunjuk Teknis Operasional Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.  Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bagian Administrasi Pembanguan, T. Prijo Sanjoto, ST, diikuti 50 orang PNS pemegang sertifikat keahlian pengadaan barang/ jasa pemerintah.

Sosialisasi Peraturan terkait Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/ Jasa

Berita Bag-adbang - Wed, 04/15/2015 - 15:02

Pada hari Senin tanggal 13 April 2014, bertempat di Ruang Rapat Ki Mageti Pemkab Magetan telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan terkait Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.  Kepala Bagian Administrasi Pembanguna, T. Prijo Sanjoto, ST menyampaikan laporan panitia, bahwa jabatan fungsional pengelola pengadaan barang/ jasa pemerintah di Kabupaten Magetan baru terbentuk pada awal Januari 2015 berjumlah 16 orang yang bertugas di Unit Layanan Pengadaan (ULP) sebanyak 14 orang, sedangkan 2 orang bertugas di DPU Pengairan dan Bagian Umum Setdakab.

DIALOG INTERAKTIF DISHUBKOMINFO KAB. MAGETAN DI RADIO RASI 90,6 FM

Berita Dishubkominfo - Tue, 04/14/2015 - 08:56

 

Hari Senin tanggal 13 April 2015

Dalam rangka sosialisasi Pekan KIM VIII Tahun 2015 di Kab. Nganjuk Dinas Kominfo Prov. Jatim bekerjasama dengan Dishubkominfo Kab. Magetan dan Radio RASI 90,6 FM mengadakan Dialog Interaktif tentang kegiatan KIM dan pelaksanaan Pekan KIM VIII Th 2015 yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-24 April 2015 di GOR Bung Karno Kab. Nganjuk.

PEKAN KIM VIII TH 2015 DI KAB. NGANJUK

Berita Dishubkominfo - Mon, 04/13/2015 - 12:46

Pekan KIM VIII Tahun 2015 akan dilaksanakan di Kab. Nganjuk tepatnya di GOR Bung Karno, Jl. Barito Kab. Nganjuk  Waktu pelaksanaan tgl 20 - 24 April 2015. Pekan KIM ( Kelompok Informasi Masyarakat ) adalah ajang 2 ( dua ) tahunan Dinas kominfo Prov. Jatim.

Daftar Alamat dan Kode Faskes BPJS Kesehatan Magetan

Berita Kecamatan Sidorejo - Tue, 04/07/2015 - 11:44

Pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi info tentang daftar penyedia layanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk wilayah Magetan. Jika masih ada waktu luang,

Tags: bpjs

Survey Lalu Lintas

Berita Dishubkominfo - Tue, 04/07/2015 - 10:50

Magetan. Pada tanggal 23, 25, dan 28 Maret Dishubkominfo melaksanakan kegiatan survey lalu lintas pada beberapa ruas jalan. Dengan melibatkan personil sejumlah 16 orang. Lokasi survey meliputi:

- Jl. Mayjend Sungkono

- Jl. A.Yani

- Jl. P.Sudirman

- Jl. Bangka

- Jl. MT.Haryono

- Jl. Yos Sudarso

- Jl. Pahlawan

Gangguan Teknis LPSE

Berita Bag-adbang - Thu, 03/26/2015 - 17:30

Diberitahukan kepada seluruh pengguna LPSE Kabupaten Magetan, bahwa layanan LPSE Kabupaten Magetan mengalami permasalahan teknis terhitung sejak tanggal 25 Maret 2015 yang mengakibatkan halaman LPSE Kab Magetan beberapa kali tidak dapat diakses.

KEDOKTERAN HOLISTIK

Berita RSUD - Wed, 03/18/2015 - 09:58

KEDOKTERAN HOLISTIK RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN

A. KONSEP SEHAT DAN SAKIT

   SEHAT adalah :

-          Perkins (1939), sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan beberapa factor yang berusaha mempengaruhinya 

-          WHO (1974), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna dari aspek fisik, mental, sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

-          UU NO.23, 1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi 

SAKIT adalah   :

 

-          Neuman (1989) sakit sebagai totalitas dari seluruh proses kehidupan, termasuk memandang sakit sebuah proses

-     Perkins (1937), sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik aktivitas jasmani, rohani dan social

-       WHO (1974), sakit adalah suatu keadaan yang tidak seimbang/sempurna seseorang dari aspek medis, fisik, mental, sosial, psikologis dan bukan hanya mengalami kesakitan tetapi juga kecacatan

-          Raverlyy (1940an), sakit adalah tidak adanya keselarasan antara lingkungan, agen dan individu

-     UU NO.23, 1992,sakit adalah jika seseorang menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari-hari) seperti masuk angin, pilek tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia dianggap tidak sakit.

-          Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Quran Surah Al Anbiyaa’ [21]:83-84)

-          (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku. Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (Al Quran surah Asy Syu’araa’ [26]: 78 – 82)

-          “Tidak ada yang yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan (kronis), kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya.: (Hadist diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

-          “Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

 B. PENGERTIAN

 -        Holistik adalah saduran dari  “Holistic” yaitu yang menekankan pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan dari bagian-bagiannya.

 -         Pelayanan holistik yaitu pelayanan yang diberikan kepada semua orang  secara utuh, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual mendapatkan perhatian yang seimbang

 Kedokteran holistik yaitu pelayanan Kedokteran yang diberikan secara utuh dengan memberikan perhatian yang seimbang kepada semua pasien, melalui pendekatan fisik, mental, sosial-ekonomi dan Spiritual.( bio-psyco-sosio-spiritual )

  B. MOTO 8 S ( Senyum, Salam, Sapa, Santun, Sabar, Sehat, Senang, Syukur )

  D. KEGIATAN

-     Mengunjungi pasien Rawat Inap

-          Pelayanan konsultasi

-          Kunjungan rumah

HEMODIALISA

Berita RSUD - Wed, 03/18/2015 - 09:32

HEMODIALISIS

Hemodialisis berasal dari kata “ hemo” artinya darah dan “ dialisis” artinya pembersihan zat-zat terlarut.

Jadi Hemodialisis artinya proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis adalah menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis, hemodailisis dikenal secara awam dengan istilah “ cuci darah”

Berapa lama waktu yang dibutuhkan HD/ cuci darah dalam seminggu :

·        9-12 jam kemudian waktu ini akan dibagi 2-3 kali.

·        Jadi 1x cuci darah dibutuhkan waktu selama 3-5 jam.

Siapa saja yang beresiko :

·        Faktor infeksi oleh kuman Streptococcus.

·        Diabetus militus/ kencing manis.

·        Hypertensi/ darah tinggi.

·        Pemakaian obat/ bahan yang dapat merusak ginjal.

Indikasi HD

Yang perlu dilakukan Cuci Darah :

Ø      Indikasi Segera

·      Kegawatan pada penyakit ginjal.

·      Koma.

·      Pericarditis/ Efusi percardium.

·      Neuropati.

·      Hyperkalemia.

·      Hypertensi.

·      Maligna.

·      Overhydrasi atau edema paru.

·      Oliguri berat atau amuri.

Ø      Indikasi Dini

·      Gejala Uremia

(mual-muntah, perubahan mental).

·      Laboratonium Abnormal

Ascidosis, Azotemia.

( Kreatinin 8-12 mg% ). Dan BUN : 100-120 mg%.

Tujuan

Ø      Menggantikan fungsi Ginjal :

·      Dalam mengekresi : Ureum, kreatinin dan sisa metabolisme yang lain.

·      Mengeluarkan cairan tubuh urine/ kencing.

·      Meningkatkan kualitas hidup pasien.

·      Menggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan yang lain.

Ø      Dimana anda bisa mendapat layanan HD/ cuci darah :

·        RSUD dr. Sayidiman Magetan telah membuka 1 unit layanan baru yaitu unit Hemodilisis.

Ø      Kapan :

·        Rencana operasional awal tahun 2014.

Ø      Pembiayaan :

·        Umum

·        Peserta BPJS

Mengingat pentingnya fungsi ginjal dan mahalnya biaya tindakan Hemodialisis, maka marilah kita jaga kesehatan dengan perilaku hidup sehat dan memeriksakan kesehatan secara dini dan berkala.

 

 

 

PELAYANAN DI LABKESDA

Berita Dinkes - Mon, 01/19/2015 - 14:50

 

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI KAB. MAGETAN

Berita Dinas Pendidikan - Tue, 01/13/2015 - 11:10

KERANGKA IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF

Untuk mendukung keberhasilan yang terukur implementasi program pendidikan inklusif diatur beberapa hal pendukung sebagai berikut : (i) Strategi Pendanaan Pendidikan Inklusif; (ii) Sistem Koordinasi, Tata kelola dan Pengawasan Internal; iii) Sistem Pemantauan dan Evaluasi

A. Strategi Pendanaan Pendidikan Inklusif
Pendanaan penyelenggaraan pendidikan inklusif Kabupaten Magetan berasal dari dua sumber yaitu: (1) anggaran Pemerintah APBN (2) anggaran APBD dan dana masyarakat lainnya seperti: Hibah bersaing dan bantuan sosial.
Sumber dana APBN dipergunakan untuk membayar gaji tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus pegawai negeri. Sedangkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak berstatus pegawai negeri pembayaran gajinya diambilkan dari dana APBD. Alokasi anggaran rutin didasarkan pada anggaran tahun lalu yang sudah disesuaikan dengan perubahan jumlah staf dan perubahan kebijakan umum kepegawaian. Anggaran APBN juga untuk membiayai pembangunan infrastruktur, fasilitas, peralatan, beasiswa, pemeliharaan dan pengeluaran nonrutin lainnya. Sedangkan Anggaran APBD juga digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dipenuhi dengan anggaran APBN. Mekanisme penganggaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan harus mengajukan usulan anggaran dengan membuat Rencana Kerja Anggaran dan kemudian dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk penetapan dokumen DIPA.
Penerimaan dana masyarakat yaitu APBD, kerjasama dari unit-unit kerja dan lain sebagainya. Selain itu masih ada peluang penerimaan dari sumber lainnya seperti penjualan produk, jasa pelayanan pendidikan dan analisis, dan aktivitas jasa publik, serta dana masyarakat lainnya.

PENCANANGAN MAGETAN SEBAGAI KABUPATEN PENDIDIKAN INKLUSIF

Berita Dinas Pendidikan - Tue, 01/13/2015 - 10:57

Latar Belakang Pendidikan Inklusif

Berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang– Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dapat disimpulkan bahwa negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Hal ini menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus berhak pula memperoleh kesempatan yang sama dengan anak lainnya (‘normal’) dalam memperoleh layanan pendidikan.
Selama ini, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia disediakan melalui Sekolah Luar Biasa dengan jenjang: TK Luar Biasa, Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), SMP Luar Biasa dan Sekolah Menengah Luar Biasa. (1) Sekolah Luar Biasa sebagai lembaga pendidikan khusus tertua, menampung anak dengan jenis kelainan yang sama, yaitu: SLB/A untuk anak dengan hambatan penglihatan (tunanetra), SLB/B untuk anak dengan hambatan pendengaran (tunarungu), SLB/C untuk anak dengan hambatan berpikir/kecerdasan (tunagrahita), SLB/D untuk anak dengan hambatan fisik dan motorik (tunadaksa), SLB/E untuk anak dengan hambatan emosi dan perilaku (tunalaras), dan SLB/G untuk anak dengan hambatan majemuk (tunaganda).
Berdasarkan kondisi aktual, pada umumnya lokasi Sekolah Luar Biasa yang meliputi jenjang TKLB, SDLB, SMPLB dan SMLB berada di Kabupaten, sehingga anak berkebutuhan khusus (ABK) yang pada umumnya tersebar di desa maupun di daerah terpencil dan atau terisolasi tidak terlayani pendidikannya. Di samping itu juga ditemukan bahwa sebagian besar orang tua Anak Berkebutuhan Khusus secara ekonomi termasuk kategori lemah, sehingga mereka terpaksa tidak mampu menyekolahkan anaknya. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka dikhawatirkan program wajib belajar pendidikan dasar sulit untuk dapat diwujudkan. Sejumlah ABK yang tinggal di desa-desa dan jauh dari jangkauan sekolah luar biasa, dapat kehilangan hak dasar pendidikan karena akses pendidikan yang terbatas. ABK semakin merasakan betapa pendidikan terkesan deskriminatif.
Untuk mengatasi problema tersebut, pemerintah menyediakan program pelayanan pendidikan yang mudah diakses oleh ABK di manapun mereka berada. Kebijakannya adalah setiap satuan pendidikan reguler, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah umum dan kejuruan, didorong untuk dapat menerima ABK dari lingkungan sekitar yang akan menyelesaikan pendidikannya pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sistem pendidikan di sekolah reguler dirancang sedemikian rupa sehingga antara siswa reguler dan siswa ABK dapat belajar bersama-sama dalam suatu kelas yang masing-masing mendapatkan pelayanan sesuai dengan potensi dan keterbatasannya. Sistem layanan pendidikan yang memberikan ruang dan tempat bagi ABK untuk belajar bersama anak-anak reguler pada umumnya tersebut, selanjutnya disebut sebagai sistem pendidikan inklusif.
Penyelenggaraan program pendidikan inklusif merupakan implementasi dari amanat UU No. 20 Tahun 2003 khususnya sebagaimana tercantum dalam pasal 5, pasal 15 dan penjelasannya yang menegaskan bahwa pendidikan khusus dapat diselenggarakan secara inklusif dan/atau berupa satuan pendidikan khusus. Lebih lanjut permendiknas tentang pendidikan inklusif pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah ”Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik dari berbagai kondisi dan latar belakang untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya”; dan ayat (2) ”Menciptakan sistem pendidikan yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik”.

Pendidikan inklusif juga berfungsi menjamin semua peserta didik mendapat kesempatan dan akses yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya di berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi semua peserta didik sehingga dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Pendidikan inklusif telah berjalan sejak satu dasawarsa yang lalu. Data direktorat PKPLK tahun 2010 menyebutkan bahwa anak berkebutuhan khusus yang memperoleh layanan pendidikan melalui pendidikan inklusif sebanyak 15.144 siswa pada 811 sekolah reguler, dengan rincian SD 13.590 siswa di 653 sekolah, SMP 1.309 siswa di 97 sekolah, dan SMA 245 siswa di 61 sekolah. jumlah tersebut belum ideal dibanding dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang ada saat ini. Artinya pendidikan inklusif masih harus terus ditingkatkan supaya dapat memberi kesempatan kepada lebih banyak anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan. Di sisi lain, pelaksanaan pendidikan inklusif saat ini juga masih menghadapi sejumlah kendala dan tantangan, di antaranya adalah (1) pemahaman dan sikap yang belum merata di kalangan masyarakat tentang pendidikan inklusif, (2) keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memberi layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus, (3) sarana dan lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya aksesable bagi disabilitas, dan lain-lain.

Menyadari bahwa sistem pendidikan inklusif mempunyai peran yang strategis dalam penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun maka menuntut pemahaman dan perubahan cara pandang bagi semua komponen sekolah, masyarakat dan stake holder, agar kebijakan tersebut dalam implementasinya tidak kontra produktif, dipandang perlu adanya rencana strategi penyelenggaraan pendidikan inklusif Kabupaten Magetan.

Pages